
Menuju Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Labschool Jakarta Selaraskan Visi Pendidikan Transformatif
12 Juni 2026
Galeri Kegiatan

Jakarta, 12 Juni 2026 — Jelang rapat kerja tahun ajaran baru 2026/2027, SMP Labschool Jakarta perkuat peran guru dalam sistem pembelajaran yang selaras dengan Visi Labschool. Kegiatan yang berlangsung di Teater Kecil ini menjadi langkah awal sekaligus penyamaan persepsi seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan.
Pada kesempatan ini, Kepala BPS Labschool Jakarta, Prof. Dr. Totok Bintoro, M.Pd., hadir memberikan pembekalan bertajuk “Meneguhkan Peran Guru Labschool dalam Ekosistem Pembelajaran”. Dalam paparannya, beliau menyampaikan pentingnya pendidikan transformatif di era modern. "Pendidikan transformatif yang kita jalankan hari ini tidak boleh sekadar bersifat administratif. Guru Labschool harus menjadi penggerak utama dalam ekosistem pembelajaran yang bertujuan mewujudkan tiga visi besar Labschool, yaitu menjadi sekolah yang unggul bereputasi, berkontribusi bagi inovasi pendidikan nasional, serta mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan. Semua itu wajib berdiri kokoh di atas landasan ketakwaan dan nilai luhur bangsa demi kemaslahatan Indonesia dan dunia", tegas Prof. Totok.
Kepala SMP Labschool Jakarta, Dr. Yati Suwartini, M.Pd., menekankan pentingnya persiapan matang dan penyamaan frekuensi sebelum merumuskan program kerja sekolah. Sesi bersama Dr. Yati diisi dengan motivasi dan strategi sekolah dalam menghadapi lompatan teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang harus diimplementasikan ke dalam pembelajaran berdampingan dengan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning). Disamping itu, Dr. Yati menyampaikan upaya Labschool dalam meningkatkan publikasi salah satunya yaitu modul ajar yang disusun oleh seluruh guru Labschool. Sebagai persiapan mewujudkan misi internasionalisasi, beliau juga memberikan langkah-langkah strategis dalam misi internasionalisasi yang akan diwujudkan pada tahun ajaran baru dengan mulai membuka kelas internasional yang mengadopsi kurikulum Cambridge.
"Peran guru tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi, melainkan diperkuat olehnya. Tugas kita di tahun ajaran baru ini adalah membangun sistem pembelajaran mendalam (deep learning) yang berbasis teknologi dan implementasi AI. Namun ingat, teknologi hanyalah alat. Jiwa dari pembelajaran itu harus tetap menggembirakan, bermakna, dan berkesadaran bagi seluruh murid Labschool", ujar Dr. Yati.
Sesi akhir pada hari ini, para guru dibekali materi upskilling dari Ibu Yuni Widiastuti, S.Si., M.Psi.T., CT. Mengangkat tema yang sangat interaktif, “STEAM It Up! Seni belajar yang menggerakkan bukan sekadar menyampaikan”, Ibu Yuni mengajak para guru dari seluruh mata pelajaran untuk mengintegrasikan unsur Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM) menjadi sebuah pengalaman belajar yang hidup. Guru-guru diajak untuk tidak hanya bertindak sebagai "penyampai materi", melainkan sebagai fasilitator yang mampu memantik rasa ingin tahu, kreativitas, dan daya kritis murid melalui proyek-proyek yang nyata dan menyenangkan. Melalui kegiatan hari ini, seluruh guru SMP Labschool Jakarta tidak hanya mendapatkan penyegaran visi dari pimpinan, tetapi juga keterampilan praktis yang siap diterapkan di ruang kelas. Antusiasme dan kolaboratif yang terbangun sepanjang acara menjadi modal kuat untuk siap menerapkan program pembelajaran yang lebih segar pada tahun ajaran 2026/2027.
#MAJU #PemudaJuara #SekolahSehat #SekolahAdiwiyata #CAMBRIDEINTEGRATEDSCHOOL #PRARAKER #VISIPENDIDIKANTRANSFORMATIF #STEAMITUP #EKOSISTEMPEMBELAJARAN
Pada kesempatan ini, Kepala BPS Labschool Jakarta, Prof. Dr. Totok Bintoro, M.Pd., hadir memberikan pembekalan bertajuk “Meneguhkan Peran Guru Labschool dalam Ekosistem Pembelajaran”. Dalam paparannya, beliau menyampaikan pentingnya pendidikan transformatif di era modern. "Pendidikan transformatif yang kita jalankan hari ini tidak boleh sekadar bersifat administratif. Guru Labschool harus menjadi penggerak utama dalam ekosistem pembelajaran yang bertujuan mewujudkan tiga visi besar Labschool, yaitu menjadi sekolah yang unggul bereputasi, berkontribusi bagi inovasi pendidikan nasional, serta mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan. Semua itu wajib berdiri kokoh di atas landasan ketakwaan dan nilai luhur bangsa demi kemaslahatan Indonesia dan dunia", tegas Prof. Totok.
Kepala SMP Labschool Jakarta, Dr. Yati Suwartini, M.Pd., menekankan pentingnya persiapan matang dan penyamaan frekuensi sebelum merumuskan program kerja sekolah. Sesi bersama Dr. Yati diisi dengan motivasi dan strategi sekolah dalam menghadapi lompatan teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang harus diimplementasikan ke dalam pembelajaran berdampingan dengan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning). Disamping itu, Dr. Yati menyampaikan upaya Labschool dalam meningkatkan publikasi salah satunya yaitu modul ajar yang disusun oleh seluruh guru Labschool. Sebagai persiapan mewujudkan misi internasionalisasi, beliau juga memberikan langkah-langkah strategis dalam misi internasionalisasi yang akan diwujudkan pada tahun ajaran baru dengan mulai membuka kelas internasional yang mengadopsi kurikulum Cambridge.
"Peran guru tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi, melainkan diperkuat olehnya. Tugas kita di tahun ajaran baru ini adalah membangun sistem pembelajaran mendalam (deep learning) yang berbasis teknologi dan implementasi AI. Namun ingat, teknologi hanyalah alat. Jiwa dari pembelajaran itu harus tetap menggembirakan, bermakna, dan berkesadaran bagi seluruh murid Labschool", ujar Dr. Yati.
Sesi akhir pada hari ini, para guru dibekali materi upskilling dari Ibu Yuni Widiastuti, S.Si., M.Psi.T., CT. Mengangkat tema yang sangat interaktif, “STEAM It Up! Seni belajar yang menggerakkan bukan sekadar menyampaikan”, Ibu Yuni mengajak para guru dari seluruh mata pelajaran untuk mengintegrasikan unsur Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM) menjadi sebuah pengalaman belajar yang hidup. Guru-guru diajak untuk tidak hanya bertindak sebagai "penyampai materi", melainkan sebagai fasilitator yang mampu memantik rasa ingin tahu, kreativitas, dan daya kritis murid melalui proyek-proyek yang nyata dan menyenangkan. Melalui kegiatan hari ini, seluruh guru SMP Labschool Jakarta tidak hanya mendapatkan penyegaran visi dari pimpinan, tetapi juga keterampilan praktis yang siap diterapkan di ruang kelas. Antusiasme dan kolaboratif yang terbangun sepanjang acara menjadi modal kuat untuk siap menerapkan program pembelajaran yang lebih segar pada tahun ajaran 2026/2027.
#MAJU #PemudaJuara #SekolahSehat #SekolahAdiwiyata #CAMBRIDEINTEGRATEDSCHOOL #PRARAKER #VISIPENDIDIKANTRANSFORMATIF #STEAMITUP #EKOSISTEMPEMBELAJARAN